SATYABAKTI, SUMUT – Puluhan pedagang angkringan menggunakan trotoar dan badan jalan hingga mengakibatkan hak pengguna jalan lainnya merasa diabaikan.
Menurut seorang pengguna jalan, Putri (27) mengatakan, larangan penggunaan trotoar dan badan jalan yang dilakukan para pedagang angkringan perlu dilakukan penertiban dari pihak terkait.
“Dengan digunakannya trotoar dan badan jalan, jelas ini mengabaikan hak pengguna jalan lainnya seperti pejalan kaki, pemilik rumah toko (Ruko) dan pengendara yang melintasi area tersebut dan ini harus ditertibkan,” ungkap wanita berparas cantik, Minggu (30/11/2025).
Menurut warga kelahiran Medan ini, para pedagang angkringan harusnya tidak hanya semata memikirkan dagangannya melainkan harus mematuhi aturan yang sudah diterapkan demi kepentingan umum.
“Alangkah baiknya fasilitas umum seperti trotoar dan badan jalan tidak dipakai para pedagang angkringan untuk berjualan maupun sebagai tempat duduk serta digunakan tempat parkir kendaraan pengunjung,” ucapnya.
Putri menambahkan, peran penting pihak terkait sangat diperlukan demi kelancaran kepentingan kedua belah pihak baik untuk para pedagang maupun pengguna jalan lainnya.
“Harusnya pihak terkait turun ke lapangan untuk melakukan penataan terhadap para pedagang angkringan agar terciptanya kelancaran pengguna jalan lainnya,” pintanya.
Hal yang sama juga diutarakan pengendara sepeda motor, Edi (36) mengatakan, dirinya sering mengeluhkan jika melintasi area lokasi sering terjadi kemacetan.
“Kalau udah lewat di Jl. Gatsu dan Jl. Nibung Raya khususnya malam hari sering macet, dikarenakan para pedagang memakai trotoar dan badan jalan. Harusnya ini ditertibkan agar tidak mengganggu pengendara motor dan mobil yang melintas di kawasan ini,” harapnya.
Keluhan itu juga diutarakan oleh salah satu pemilik ruko mengatakan, dirinya sering melihat sejumlah kendaraan parkir di depan pintu masuk ruko miliknya.
“Penataan parkir kendaraan juga perlu dilakukan agar tidak sembarangan meletakan kendaraan diantaranya tidak menutup akses keluar masuk di depan ruko,” harap pria yang akrab disapa Acek (52).
(SB3 Satyabakti.com – SUMUT)













