SUMUT  

Lapak Pedagang Angkringan di Petisah Dijadikan Ajang Bisnis 

SATYABAKTI, SUMUT – Puluhan lapak pedagang angkringan di kawasan Kec. Medan Petisah, Kota Medan, Prov. Sumatera Utara dijadikan ajang bisnis oleh oknum organisasi masyarakat (Ormas) maupun pemilik rumah toko (Ruko).

“Biasanya kami pedagang mencari lapak agar bisa dagang ada yang melalui oknum ormas dan ada pula yang langsung ke pemilik ruko,” kata salah satu pedagang angkringan berinisial E di Jl. Gatot Subroto (Gatsu), Kel. Petisah Tengah, Kec. Medan Petisah, Sabtu (29/11/2025).

Dijelaskan E, harga yang ditawarkan penyedia lapak bervariasi mulai dari ratusan ribu rupiah per lapak hingga jutaan rupiah perbulan.

“Kalau lapak di halaman depan satu Ruko Jl. Gatsu hingga trotoar jalan harganya ada yang Rp. 750 ribu, ada pula Rp. 1 juta hingga Rp. 2,5 juta perbulan. Itu tergantung lokasi dan panjang ukurannya,” ucap penyewa lapak.

Sementara itu, menurut pedagang angkringan di seputaran Jl. Nibung Raya inisial A mengatakan, harga per lapak di kawasan dagangannya sama dengan sewa lapak di Jl. Gatsu.

“Kalau lapaknya menggunakan badan jalan seperti di Jl. Kirana, Jl. Orion, Jl. Nibung Dua, Jl. Nibung Baru harganya Rp. 750 ribu sedangkan lapak di halaman depan satu ruko di Jl. Nibung Raya, harga sewanya perbulan Rp. 1 juta hingga Rp. 2,5 juta perbulan,” bebernya.

Senada juga dikatakan pedagang angkringan lainnya yang ada di kawasan pajak Petisah inisial B menambahkan, harga per lapak di badan jalan dan trotoar pajak sama dengan harga di dua lokasi sebelumnya.

“Kalau di pajak satu lapak sewanya ada yang Rp. 1 juta perbulan dan ada pula yang Rp. 2,5 juta perbulan sama dengan harga sewa lapak di Jl. Gatsu, Jl. Nibung Raya dan jalan sekitarnya,” ungkap B.

Ditambahkan B, selain biaya lapak untuk dagang, penjual angkringan juga membayar sewa penyimpanan barang.

“Selain bayar lapak perbulan, kami juga membayar tempat penyimpanan barang Rp. 500 ribu perbulan. Tempat penyimpanan barang angkringan ada yang menyimpan di dalam gang kebakaran yang sudah dipagari besi seperti di Jl. Nibung Raya, ada juga di depan warung kopi (Warkop) di Jl. Perpustakaan, Medan Petisah dan di gedung kosong, Jln. Nibung Baru serta tempat lainnya,” terangnya.

Masih diutarakan pengelola angkringan ini, sejak adanya pedagang angkringan di kawasan Medan Petisah, hal itu jelas menguntungkan bagi oknum ormas maupun pemilik ruko.

“Lapak angkringan di kawasan Medan Petisah ini berujung dijadikan ajang bisnis baik melalui oknum ormas dan pemilik ruko setempat,” pungkasnya.

Pantauan di lapangan terlihat puluhan pedagang angkringan menjual dagangannya di kawasan Kec. Medan Petisah.

(SB3 Satyabakti.com – SUMUT)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *